Tampilkan postingan dengan label Calon Gubernur Jakarta. Tampilkan semua postingan

Ahok: Semua Seriusnya Cuma untuk Kalahkan Ahok, Bukan Bangun Jakarta


Para penantang Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017
PILKADA.OR.ID - Satu per satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta mulai bermunculan. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ingin maju lewat jalur independen sebagai petahana melihat kurangnya keseriusan kandidat lain.


"Serius aku kira mereka ya serius kok. Cuma yang saya enggak lihat kalau mereka mau maju bangun Jakarta, sampaikan program-program," ujar Ahok sebelum mengikuti rapat terbatas tentang Light Rail Transit (LRT) di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2016).


Para kandidat yang sudah muncul antara lain adalah Sandiaga Uno, Yusril Ihza Mahendra, Ahmad Dhani, Adhyaksa Dault dan lain sebagainya. Mereka sudah menyatakan diri akan mencalonkan diri meski belum ada partai yang mendeklarasikan untuk mengusung.


"Ini seriusnya siapa pun harus kalahkan Ahok. Ini kan ada masalah jadinya. Kasihan orang Jakarta," ujar Ahok.


Meski demikian, sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh daerah yang berprestasi dan layak memimpin ibu kota. Hanya saja para tokoh ini masih belum diusulkan baik lewat partai atau pun independen.

http://news.detik.com/berita/3175013/ahok-semua-seriusnya-cuma-untuk-kalahkan-ahok-bukan-bangun-jakarta

Wiranto: Kalau Sudah Ada Bukti dan Bakti, Buat Apa Pilih yang Lain?

PILKADA.OR.ID - Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mengatakan dukungannya kepada bakal calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama merupakan suara yang dijaring dari bawah. Sehingga, ia menyebut dukungan kepada Ahok bukan datang hanya darinya maupun dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Cara memilih kami bukan top down. Kami jaring dari bawah, dari kota, lapor ke saya dan putuskan dukung Ahok sebagai calon gubernur (pada Pilkada DKI Jakarta 2017)," kata Wiranto, di Kantor DPP Hanura, Jakarta Pusat, Sabtu (26/3/2016). (Baca: Pernah Jadi Ketua Tim Angket DPRD, Kini Ongen Akan Mati-matian Bela Ahok)

Orientasi dukungan calon gubernur yang dilakukan Partai Hanura tidak asal-asalan. Wiranto menyebut, Jakarta berbeda dengan daerah lainnya.

Pemimpin ibu kota harus mampu membuat kotanya menjadi etalase ketertiban, keamanan, kenayaman, dan kebersihan. Sehingga, menurut dia, kepala daerah lain belum tentu bisa menyaingi calon petahana dalam menjalankan program di DKI Jakarta.

"Apa yang dilakukan Gubernur sekarang masuk kriteria itu. Kami anggap bukti, bakti, perbuatan, dan misinya baik membuat rakyat di Jakarta aman dan nyaman. Jadi untuk apa pilih (calon gubernur) yang lain," kata mantan Panglima ABRI tersebut.

"Kalau sudah ada bukti dan bakti, buat apa milih yang lain? Kita menentukan figur sudah terbukti melaksanakan bakti di Jakarta dan berhasil," kata Wiranto.

Partai Hanura sebelumnya resmi mendeklarasikan dukungannya untuk Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Partai Hanura memiliki 10 kursi di DPRD DKI Jakarta. (Baca: Partai Hanura Resmi Dukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017)

Sementara sebelumnya, Ahok telah mendapat dukungan dari Partai Nasdem yang memiliki 5 kursi di DPRD DKI Jakarta.

Jika dijumlahkan, total dukungan kepada Ahok di DPRD sudah mencapai 15 dari 106 kursi.

Di sisi lain, Ahok tetap akan maju melalui jalur independen bersama relawan pendukungnya "Teman Ahok".

Hadir di Deklarasi Dukungan, Ahok Dielu-elukan Kader Hanura

PILKADA.OR.ID - Setelah Partai Nasdem, Partai Hanura juga mendeklarasikan dukungannya untuk bakal calon petahanaBasuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.
Deklarasi itu akan disampaikan Hanura, Sabtu (26/3/2016). Ahoktiba di Kantor DPP Hanura sekitar pukul 14.05. Ahok langsung dielu-elukan oleh para kader Partai Hanura yang sudah memadati ruangan di lantai 5, Kantor DPP Hanura, Jakarta Pusat.
Tak sedikit anggota partai yang bersalaman dan meminta foto dengan Ahok. Mereka pun menyerukan yel-yel ketika Ahok masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Saudara? Siap. Hanura? Maju. Indonesia? Jaya. Ahok? Menang," seru ratusan anggota partai Hanura.
Selain Ahok, tampak Ketua Umum Hanura Wiranto dan Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Mohamad "Ongen" Sangaji. Adapun Partai Hanura memiliki 10 kursi di DPRD DKI Jakarta.
Sementara Partai Nasdem memiliki 5 kursi di DPRD DKI Jakarta. Jika dijumlahkan, total dukungan kepada Ahok di DPRD sudah mencapai 15 dari 106 kursi. Ahok sendiri tetap berencana maju melalui jalur independen bersama relawan pendukungnya, "TemanAhok".
Ahok berpasangan dengan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebagai calon wakil gubernur.

Hanura Dukung Ahok, Hasil Suvey 70 Persen Masyarakat Jakarta Puas Dengan Kinerja Ahok



PILKADA.OR.ID - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menghadiri deklarasi dukungan Partai Hanura di Pilkada 2017.

Ahok ditemani Ketua DPD Hanura Jakarta, Ongen Sangaji hadir pada pukul 14.00 WIB, Sabtu (26/3/2016) di DPP Hanura.

Ahok terlihat mengenakan kemeja kotak-kotak biru dengan celana hitam. Sedangkan Ongen mengenakan kemeja Hanura.

Sekitar 150 kader meneriakkan nama Ahok saat mantan Bupati Belitung Timur itu memasuki ruangan deklarasi. Mereka mengenakan kaos bertuliskan 'Hanura dan Ahok untuk Rakyat'.

"Ahok menang..Ahok menang," teriak mereka.

Sementara Wakil Ketua DPD DKI Jakarta Canter Sangaji menuturkan acara deklarasi juga akan diisi penyematan jaket dari Ketua Umum Hanura Wiranto kepada Ahok.

Ia beralasan pihaknya memberikan dukungan kepada Ahoksebab kinerjanya selama memimpin DKI Jakarta dilakukan secara profesional.

Selain itu elektabilitas berdasarkan hasil survei internalnya Ahoksudah tidak terbendung.

"Survei internal kami, 60 hingga 70 persen masyarakat puas kerjaAhok," imbuhnya.

Dalam deklarasi itu, Canter menyebutkan akan dihadiri seluruh Dewan Perwakilan Cabang yang berada di Jakarta, serta 44 Perwakilan Anak Cabang.

"Semuanya hadir dalam deklarasi nanti," ujarnya.

Live Ridwan Kamil tidak jadi mencalon Gubernur DKI, Ridwan Kamil : Saya tetap milik Bandung


Ridwan Kamil yang banyak didukung beberapa kalangan, tidak akan menantang Ahok di Pilgub DKI, setelah melakukan semacam konsultasi publik melalui akun Facebook-nya.
Pertanyaan Ridwan Kamil di akun Facebook-nya mengenai Pilgub DKI, ditanggapi 80 ribu orang.
"Saya harus mendengarkan aspirasi warga, saya juga melakukan survey internal, dan sudah diskusi dengan keluarga dan mentor utama saya, yaitu Ibu saya sendiri," kata Ridwan Kamil dlam jumpa pers sesudahnya.
Pernyataan sikap Ridwan Kamil disiarkan secara live streaming melalui akun Facebook-nya, Senin (29/2).
Ridwan Kamil banyak dijagokan sebagai satu-satunya calon yang bisa menggagalkan terpilihnya kembali Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, yang tak disukai oleh beberapa kalangan garis keras serta para politikus di DPRD DKI Jakarta.
Ridwan Kamil mengungkapkan keputusan itu, karena sejumlah partai politik harus mengumumkan siapa kandidat yang diusungnya pada April 2016 mendatang. Ridwan Kamil menyatakan masih banyak warga yang menginginkan dirinya memimpin Bandung.
"Pertimbangan terbesarnya hanya satu, tugas saya belum selesai di periode pertama, mungkin nanti setelah selesai, kemanapun takdir membawa, selama karyanya ada. Jadi bekal saya untuk berkiprah di lembaga-lembaga selanjutnya. Bisa ke Jakarta, mungkin juga ke Jawa Barat. Tidak masalah juga melanjutkan jilid dua, menjadi jadi Walikota Bandung, atau memenuhi aspirasi keluarga saya, yang menginginkan saya menjadi arsitek kembali," ungkap Ridwan.
Ia juga mengungkapkan, sempat berbicara dengan Presiden Joko Widodo, sebelum mengambil keputusan itu.
Masa jabatan Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung, akan berakhir pada 2018 mendatang. Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, dikenal sebagai Walikota yang sering berinteraksi dengan warganya melalui media sosial. Emil, memiliki 1.2 juta follower di Twitter, dan 2.6 juta follower di Instagram.
Ridwan Kamil menegaskan pula, bahwa suatu hari, "saya akan maju ke Jakarta, tapi tidak sekarang."
Muncul spekulasi, apakah 'akan maju ke jakarta' yang dimaksudnya adalah kelak akan mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta, atau malah untuk pemilihan presiden.

Inilah Adhyaksa Dault Yang Didaulat Calon Gubernur DKI, Didukung Ulama Hingga Pengusaha Gobel

  

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault berambisi menjadi calon Gubernur DKI Jakarta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2017.

SANDIAGA UNO CALON GUBERNUR JAKARTA


Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra menyatakan kesiapannya untuk menjadi calon gubernur DKI 2017 nanti. Dia ingin ada perbaikan di Jakarta.


"Saya rasa sebagai tokoh muda yang ingin ada perbaikan, semuanya harus siap," kata Sandiaga di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2015).



Sandiaga berbicara usai menghadiri diskusi yang diadakan Fraksi PKS, sebagai narasumber, soal melemahnya nilai tukar rupiah. Meski begitu, kehadiran dia di acara PKS bukanlah untuk mencari dukungan.



"Nggak. Saya diundang soal diskusi perlambatan ekonomi. Saat ini para pengambil kebijakan harus duduk bersama," kata pengusaha ini.



Saat ini, baik partainya sendiri yakni Gerindra maupun PKS belum menentukan pilihan soal calon gubernur DKI 2017. Namun sebelumnya Presiden PKS Sohibul Iman pernah menyampaikan bahwa pihaknya sedang memindai (scanning) tokoh muda potensial untuk menjadi calon gubernur DKI 2017.



"Belum disampaikan (oleh PKS)," kata Sandiaga.



Sandiaga mengaku masih baru di dunia politik. Namun dia melihat Jakarta perlu dibenahi, karena Jakarta masih tertinggal dibanding kota metropolis lainnya. Wacana kandidat calon gubernur yang berkembang dewasa ini disebutnya sebagai hal yang baik.



"Semakin banyak yang digadang-gadang maka semakin bagus. Ini akan membawa dampak kebijakan di DKI di masa depan," kata dia. 

Sosok Biografi Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama yang mampu membawa Perubahan

  

Profil, Biografi dan Sepak Terjang Basuki Djahaja Purnama AHOK, Biografi Ahok, Profil Ahok, Sepak Terjang Basuka Thahaja Purnama, Ahok Mengundurkan diri dari partai gerindra, Basuki Djahaja Purnama (AHOK) mengundurkan diri dari partai gerindra, Gubernur DKI Jakarta AHOK mengundurkan diri dari parta gerindra, alasan Ahok Mengundurkan diri dari Partai Gerindra, Penyebab AHOK mengundurkan diri dari Partai Gerindra, Ini alasan AHOK Mengundurkan diri dari Partai Gerindra, Ahok Mengundurkan Diri dari Partai Gerindra, Alasan Ahok Mengundurkan Diri, Wawancara dengan Ahok tentang Pengunduran Diri dari partai Gerindra, Partai Gerindra kehilangan Ahok, Basuki Djahaya Purnama Mengundurkan Diri dari Partai Gerindra, Gubernur DKI Jakarta Ahok Mengundurkan diri dari partai Gerindra.

Sandiaga Uno, Menata Kota Sama Dengan Manajemen Human Capital


Nyaris tak ada ‘ledakan’ dalam pernyataan Sandiaga Salahudin Uno. Lelaki yang bakal genap berusia 47 tahun pada 28 Juni ini lebih mementingkan kekuatan narasi pembicaraan. Salah satunya adalah keinginannya untuk maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017. Maklum, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini terpilih sebagai salah satu dari tujuh nama bakal calon pemimpin Jakarta tahun depan dalam proses penjaringan pada 27 Januari lalu.


Figur-figur kondang seperti Anggota DPR RI Biem Benjamin, legislator DPRD DKI Mohamad Sanusi, dan Wakil Ketua DPRD Muhammad Taufik bakal menjadi lawannya. Dia juga akan bersaing dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Sekretaris Daerah DKI Saefullah, mantan Pangdam Jaya Mayjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani. Syaratnya, semua tokoh yang terjaring harus melakukan sosialisasi yakni turun langsung ke konstituen atau masyarakat selama enam bulan ke depan.


Sandiaga awalnya acuh pada politik. Semangatnya mulai terletup setelah bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto secara empat mata pada pertengahan 2014. “Sampai kapan mau jadi pengusaha? kan negara juga butuh pengabdian,” kata Prabowo.


Mendapat pertanyaan itu, Sandiaga mencoba menawarkan argumen. Dia mengatakan bahwa sebagai pengusaha dirinya sudah bisa menciptakan lapangan kerja, memotivasi mahasiswa,dan juga bisa berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi. Tak mau kalah, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia sudah memilih jalur demokrasi sebagai bangsa yang ujung tombaknya partai politik. Menurut bekas Komandan Jenderal Kopassus itu, harus ada perubahan dari orang-orang yang berprestasi dan berkinerja masuk ke partai politik.


“Sampai kapan mau cari uang? Sudah saatnya mengabdi untuk negara,” kata Sandiaga menirukan Prabowo.


Mendapat masukan itu pendirian Sandiaga luluh. Dia memutuskan memasuki gelanggang politik pada April 2015. Tidak tanggung-tanggung, ia putuskan secara total menekuni dunia barunya tersebut. Dia memegang prinsip tabu mempolitikkan dagang dan mendagangkan politik, pernyataan yang pernah dilontarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bukti Sahihnya, dia rela meninggalkan dunia usaha dengan lengser dari jabatan komisaris dan direksi di 18 perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Juni tahun lalu. 


Berbalut kaus polo shirt berwarna biru dan celana bahan krem, Sandiaga meluangkan waktu untuk diwawancara Bagus Wijanarko dan fotografer Andry Novelino dari CNNIndonesia.com di ruang tunggu tamu lantai 11 Gedung Recapital, Jakarta Selatan, Jumat (19/2).


Apa yang membuat Anda tertarik dengan politik?


Sebetulnya saya tertarik karena mendapat undangan dari Bapak Prabowo Subianto. Saya masuk dalam golongan yang aktif mengkampanyekan kewirausahaan. Saya bilang kita ini surplus politisi tapi defisit pengusaha. Dari populasi Indonesia 250 juta yang menjadi entrepreneur hanya mencapai 2 persen. Padahal idealnya 7 persen. Jadi saya selalu memposisikan bagaimana kita mencetak pengusaha. Namun setelah Pilpres 2014 dan puncaknya dalam pembicaraan empat mata dengan Pak Prabowo dia bertanya “Sampai kapan mau menjadi pengusaha?”


Sampai pada satu tahap beliau bilang harus ada orang sukses yang masuk politik untuk membenahi dan menawarkan bahwa politik itu adalah wahana membuat Indonesia lebih baik dan sejahtera. 


Akhirnya saya putuskan pada April 2015 terjun total ke politik. Karena terjadi benturan kepentingan yang maha dahsyat dimana sebagai pengusaha dan politisi harus memisahkan diri karena mempolitikkan dagang dan memperdagangkan politik itu adalah hal yang tabu seperti yang dikatakan Pak Jusuf Kalla. Akhirnya saya putuskan mundur dari dunia usaha. Saya mengundurkan diri dari 18 posisi sebagai komisaris dan direksi dari 18 perusahaan yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Juni tahun lalu. Sekarang saya sudah hampir tujuh bulan total di politik.


Pak Prabowo waktu itu sudah bilang Anda harus mengurus Jakarta?


Belum sama sekali. Pembicaraan soal Jakarta baru terjadi pada Oktober. Beliau bilang coba dehdipertimbangkan bahwa Jakarta itu seperti apa harapan rakyatnya. Saya bilang bapak sendiri yang mengangkat gubernur sekarang yang fenomenal. Gubernur Basuki alias Ahok kan bapak juga dari Partai Gerindra. Dia bilang coba deh. Kan kita ingin memimpin Jakarta yang lebih baik, ke depan lebih sejahtera. Jadi proses saya maju untuk menjadi calon gubernur DKI itu dimulai Oktober. Baru pada akhir Desember mulai dijaring dan pada 27 Januari proses penjaringan dimulai dan nama saya dimajukan sebagai salah satu bakal calon. 


Saya melihat dari ikhtiar dua bulan terakhir ada keinginan dari masyarakat Jakarta agar kesejahteraan mereka lebih meningkat ke depan. Itu yang mereka impikan. Selama ini mereka merasa meski ada sentuhan dari pemerintah tapi dirasa kurang cukup. Jadi itu mungkin yang menjadi salah satu pemicu saya memberanikan diri ikut menerima undangan dari panitia penjaringan dan meneken kontrak dalam 6 bulan ke depan turun menyapa konstituen menangkap aspirasi mereka dan mungkin bisa menawarkan solusi-solusi.


Anda punya terobosan untuk membenahi masalah di Jakarta?


Untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas kita pasti harus turun ke bawah. Ke lapangan dan menangkap aspirasi khususnya ekonomi akar rumpur seperti para pedagang kaki lima. Kita harus sentuh hatinya. Saya sepakat menata metropolis sebesar Jakarta memerlukan terobosan yang jitu. Terobosan itu tidak bisa dilakukan satu orang. Kita perlu tim yang kuat. Saya percaya birokrat di DKI kemarin sudah dibenahi dan anti korupsi yang sudah meningkat. ini merupakan prestasi pak Basuki. Ini merupakan modal seperti pemerintahan yang baik. Ini harus kita jadikan modal. 


Kemampuan menata kota adalah manajemen mengelola manusia. Mengangkat human capital dan memberikan reward sekaligus punishment yang tegas. Ini memang tugas berat melihat incumbentsangat populer. Tapi saya yakin kalau niatnya ingin menjadikan Jakarta yang lebih baik dan sejahtera, Pemilukada 2017 akan menunjukkan rakyat mau yang mana. Seperti sekarang atau yang lebih baik. 


Partai yang mengusulkan calon terbaiknya harus memastikan bahwa calonnya mampu menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Setiap pemilu adalah referendum terhadap pemerintahan yang sekarang, puas enggak mereka. Dari angka tadi, 40 persen menyatakan puas dan memilih lagi dan 60 persen tidak puas dan tidak akan memilih lagi. Jadi ini yang harus digali kembali oleh Pak Gubernur Basuki dan siapa-siapa yang maju dalam tahap selanjutnya.


Anda menguasai politik?


Politik adalah wahana atau kendaraan agar ideologi kita membangun negara sesuai cita-cita pendiri bangsa tercapai. Karena kita sudah memilih demokrasi maka parta politik ini menjadi ujung tombaknya. Karena kita telah memilih demokrasi maka partai politik ujung tombaknya. Jadi yang ditawarkan partai politik itu harusnya bisa diterima rakyat. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan. Jadi kalau kita enggak menangkap aspirasi rakyat ya gak akan dipilih, simpel aja. Kalau memang pak incumbent Basuki sudah diterima dengan baik maka angka elektabilitasnya mungkin 80 sampai 90 persen seperti bu Risma (Wali Kota Surabaya terpilih). Jadi ini pekerjaan rumah buat kita juga peer buat Gubernur Basuki untuk meningkatkan elektabilitas.


Apa arti kekuasaan buat Anda?


Kekuasaan rentan diartikan dengan kemampuan untuk memerintah. Menurut saya kekuasaan itu tanggung jawab dan amanah. Semua orang haus kekuasaan tapi buat apa. Harusnya kekuasaan bisa digunakan untuk niat-niat luhur seperti mencerdaskan kehidupan bangsa, menghadirkan kesejahteraan, menghadirkan Indonesia yang adil dan makmur. Kalau kita hanya mengejar kekuasaan kita tidak akan mungkin mampu menangkap aspirasi rakyat khususnya akar rumput. Saya belajar dari pengalaman di organisasi maupun di dunia usaha begitu pemimpin tidak dekat yang dipimpin, terlalu asyik dengan kekuasaannya, jumawa, pede, dia akan ditinggalkan oleh rakyatnya.


Anda ngotot maju DKI 1?


Enggak ngotot saya. Saya ikhlas saja, jalan. Saya mengalir saja dan yakin Alloh pasti akan kasih jalan. Kalau ini memang bukan waktunya saya ya pasti akan terima dengan baik. Tapi saya harus berbuat 100 persen dalam ikhtiar. Karena saya tidak pernah setengah-setengah dalam bekerja. Saya punya motto pertama kerja keras, kedua kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Jadi ngotot tidak ada di vocabulary saya. 


Ada penolakan dari keluarga Anda mau maju jadi calon Gubernur DKI Jakarta?


Pertama saya bicara ke ibu saya Mien Uno. Saya bicara panjang lebar dan akhirnya beliau mendukung karena saya punya niat yang baik. Yang sangat mendukung adalah istri saya karena dia orang betawi. Kata istri saya bang why not kamu udah ada di politik dan kalau seandainya kamu mendapat amanah itu dan Allah memberikan jalannnya sudah tugas kamu untuk mensejahterakan masyarakat Jakarta. Penolakan sendiri datang dari anak saya terutama soal waktu dan perhatian yang kurang terutama ketika saya memutuskan turun dalam sosialisasi Partai Gerindra. Tapi setelah saya jelaskan bisa menerima. 


Sudah dapat dukungan darimana saja?


Kalau dari partai politik kan tentunya saya sebagai kader Partai Gerindra menjalankan mekanisme untuk turun sosialisasi 6 bulan ke depan. Masyarakat sudah banyak yang menawarkan memberikan bantuan sebagai relawan, ada yang memberikan masukan. Ada yang pro dan kontra. Kita catat semua. Kita ingin membuat platform visi dan misi yang jelas. Di akhirnya, partai akan menentukan siapa calonnya. Karena Gerindra harus berkoalisi dengan partai-partai lain. Kita harapkan koalisi ini mampu menghadirkan silaturahmi partai politik yang guyub, rukun dan sesuatu yang berbeda.


Apa harapan Anda dari pesta demokrasi Pilkada 2017?


Saya berharap bahwa ini merupakan proses menyatupadukan. Demokrasi dan politik jangan dijadikan ajang pecah belah. Kita sudah terlalu lama asyik memecah belah sendiri. Justru demokrasi ini harus dijadikan ajang ide, adu gagasan, adu solusi sehingga rakyat akan merasakan dampak positif dari kegiatan kontestasi Pilkada 2017.


Anda ingin Jakarta seperti apa?


Jakarta itu unik. Bukan hanya ibu kota, tapi juga pusat bisnis. Jadi merupakan kombinasi langka. Kita enggak bisa membandingkan Jakarta dengan New York, Singapura yang enggak punya soulkayak Bangkok, enggak punya kebudayaan kuat seperti Indonesia. Ini yang harus kita ramu. Jakarta is Jakarta. Infrastrukturnya harus kelas dunia karena kita akan masuk menjadi ekonomi nomor tujuh terbesar di dunia pada 2030.


Kalau tidak maju dalam Pilkada 2017?


Belum kepikiran sih. Tapi saya berusaha optimis ke depan. Saya juga enggak suka berandai-andai karena sebagai pebisnis saya dilatih untuk menyiapkan plan. Plan A, B. Saya Bismillah melangkah, nantinya gimana. Tapi saya yakin Allah akan kasih jalan kalau kita punya niat yang luhur. Karena semuanya dimulai dengan niat.

Pilgub DKI, Pengamat: Jangan Terjebak Politik Infotainment


Para calon Gubernur DKI Jakarta harus menyentuh warga dan memaparkan program tambahan yang lebih baik daripada yang dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. "Jangan sampai para calon terjebak dalam politik infotainment," kata Yunarto Wijaya, pengamat politik, pada Sabtu, 5 Maret 2016.


Yunarto menilai komentar-komentar yang dikeluarkan calon Gubernur DKI selama ini cenderung menyudutkan Ahok. Dia melihat ada pergerakan yang dilakukan para calon seakan-akan sedang membangun gerakan anti-Ahok. Padahal, ucap dia, untuk menarik perhatian masyarakat, seharusnya mereka memaparkan program rinci dan menunjukkan bukti konkret. 



Beberapa orang sudah mendeklarasikan diri sebagai calon Gubernur DKI dalam pemilihan kepala daerah pada Februari 2017. Mereka antara lain mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, mantan Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, pengusaha Sandiaga Uno, dan tokoh Betawi, Biem Benyamin. 



Menurut Yunarto, saat ini sangat sulit mengalahkan elektabilitas Ahok, karena masyarakat sudah mengetahui hasil kerja Ahok. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan pilkada 2012, saat warga Jakarta cenderung memilih kepala daerah berdasarkan hasil kerjanya.



Yunarto mengaku tak heran bila elektabilitas Ahok masih di atas calon lain. Menurut dia, secara kuantitas, kepuasan terhadap Ahok di atas 60 persen. Jadi ia menilai Ahok masih merupakan calon yang sulit dibendung.



Para calon yang ada saat ini kebanyakan belum memiliki bukti konkret. "Yusril memang memiliki kemampuan di bidang hukum dan Sandiaga Uno di bisnis, tapi belum punya modal yang cukup," tutur Yunarto.

PDIP Tolak Diatur Ahok Soal Penentuan Pasangan di Pilkada


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak mau diatur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam menentukan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2017. 


Ketua DPP PDIP Andreas Pereira menjelaskan partainya memiliki mekanisme bila akan mengusung seseorang menjadi kandidat dalam pilkada. Tiap calon yang dipilih PDIP harus mengikuti proses penjaringan dan penyaringan partai. 



"Kalau Ahok mau diusung, ikuti aturan mainnya. Tidak bisa kandidat atur-atur partai," ujar Andreas dalam diskusi 'Menteri Bertikai, apa Langkah Presiden Jokowi, di Menteng, Jakarta, Sabtu, 5 Maret 2016.



Pernyataan Andreas disampaikan terkait dengan permintaan Ahok ke PDIP agar mengizinkan Djarot Saiful Hidayat menjadi calon Wakil Gubernur mendampinginya dalam Pilkada 2017. Djarot, mantan Bupati Blitar adalah kader PDIP. 



"Minggu depan. Kami tunggu sampai minggu depan. Karena kami mesti mengisi nama (cawagub)," kata Ahok kepada pers, Jumat lalu. Dia memberi tenggat waktu ke PDIP hingga pekan depan agar mengizinkan Djarot jadi wakilnya dalam pemilihan Gubernur Jakarta (pilgub), Februari 2017. 



Jika Djarot tidak mendapat izin dari PDIP, Ahok akan menggandeng Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebagai wakilnya. 



Menurut Andreas, Ahok harus memilih antara mencalonkan lewat jalur independen atau diusung PDIP.  "Pilkada ini, Ahok kan punya kartu masuk (lewat dukungan KTP), PDIP juga punya (dapat mengusung calon sendiri), Ahok tinggal pilih mau lewat mana, tidak bisa dua-duanya," katanya. 



Bila Ahok memilih lewat jalur independen, Andreas tidak mempermasalahkannya. Ia mengklaim PDIP memiliki banyak kader yang siap bertarung di Pilgub DKI 2019, salah satunya Djarot yang kini menjadi Wakil Gubernur Jakarta.

Ini Profil Bakal Cagub DKI yang akan Gandeng Artis Inneke Koesherawati



Salah satu kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Idrus punya visi besar membangun Jakarta dengan slogan “Jakarta Keren”.

Poster yang beberapa hari ini tersebar melalui media online dan media sosial ini pun heboh dikarenakan menggandeng artisInneke Koesherawati yang kini dilihat sudah memiliki perubahan positif.

Sebenarnya siapa tokoh muda yang kini digadangi menjadi kandidat kuat dari PKS ini?

Idrus menilai setiap pemimpin ada masanya.

"Soal gubernur yang menjabat hari ini saya nggak bisa bicara karena masing-masing manusia punya masanya dan bisa melakukan hal terbaik," kata Idrus di Jakarta (30/12/2015).

Namun Idrus punya sejumlah catatan mengenai kepemimpinan Ahok.

"Jakarta jangan dibandingkan dengan Singapura. Bagaimanapun Singapura sebuah negara punya ciri sendiri dan Jakarta pun kita menginginkan sebuah Jakarta yang punya corak sendiri, upaya sendiri, model sendiri, nah ini harus kita bangun bersama," kata Idrus.

"Artinya sebuah keputusan arah kebijakan bukan top down, harusnya ada dari dua sisi, apa yang kita lihat di masyarakat problemnya apa tentunya kita menjadi problem solver. Ini tantangan kita semua," lanjutnya.

Idrus mengaku teman-temannya yang 'menjodohkan' dirinya dengan artis cantik itu. Sampai kini belum ada komunikasi antara dirinya dengan Inneke, namun paling tidak dia sudah meminta maaf kepada 'pasangannya' itu atas pemasangan foto pasangan cagub DKI yang marak beredar di dunia maya.

"Saya mohon maaf kepada Mbak Inneke, saya sudah mendahului padahal belum meminta. Saya sepenuhnya sadar bahwa Mbak Inneke memang seorang tokoh populer, namun saya yakin masyarakat mengenal Mbak Inneke bukan hanya sekadar populer karena keartisannya, tetapi juga sebagai simbol perubahan yang positif," kata CEO sejumlah perusahaan ini.

Berikut profil Muhamad Idrus yang kini terlihat menduduki berbagai jabatan organisasi penting dan perusahaan besar miliknya.

Muhammad Idrus adalah pemuda kelahiran Betawi, 28 Maret 1978. Idrus tinggal di Kalibaru Barat, Cilincing. Idrus menamatkan Sekolah Dasar di SDNi 07 di Kalibaru. Setamat SD, Idrus melanjutkan ke SMP Negeri 53 Jakarta dan selanjutnya SMA Negeri 13 Jakarta. Saat kuliah, Idrus memilih Fakultas Teknik Metalurgi, Universitas Indonesia, lulus tahun 2001.

Berdasarkan pengalaman bisnis yang naik turun, Idrus mendirikan perusahaan Kinan Group yang bergerak di bidang pertukaran valuta asing, manufaktur serta pengembang perumahan dan pemukiman asri. Idrus juga menjabat sebagai Komisaris Independen Asuransi Mitra Maparaya Tbk, CEO Inilah.com, dan petinggi beberapa perusahaan lainnya, dan kini memiliki Rumah Sakit Ibnu Sina di Jakarta.

Idrus sangat peduli dengan kesejahteraan kaum pekerja, antara lain, mereka yang berdagang valuta asing (money changer). “Baik mereka yang bekerja di gerai resmi atau pinggir jalan, asal mereka jujur, itu bagian dari mencari rezeki halal,” papar Idrus. “Dalam konteks ekonomi makro, peredaran valuta asing ini yang turut menentukan stabilitas moneter nasional, karena APBN kita ditopang cadangan devisa negara.”

Berkat fokusnya pada pedagang valuta asing, Dia pun didaulat jadi Ketum APVA Indonesia untuk periode 2012-2015. Di organisasi, Idrus pernah menjabat Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Jawa Barat dan Ketua Departemen Infrastruktur Laut dan Sungai di BPP HIPMI. Saat ini diamanahi sebagai Ketua Kompartemen Modal dan Investasi BPP HIPMI.

Bermodal pengalamannya itu dia kemudian maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nomor urut 4 untuk daerah pemilihan DKI Jakarta 3 (Jakarta Barat dan Utara) pada tahun 2014 yang lalu. Namun upayanya gagal. Kini dia pun berjuang untuk mengabdikan diri kepada masyarakat DKI Jakarta.

Meski Ia sadar merupakan orang kampung, Idrus memiliki mimpi DKI Jakarta keren dalam beberapa bidang penting.

“Saya memang orang kampung Cilincing, tapi saya punya mimpi untuk mewujudkan Jakarta Keren yang dimana Keren dibidang penataan kota, Keren dibidang transportasi, Keren dibidang pendidikan, Keren di bidang kesehatan, Keren dibidang ekonomi, Keren di bidang agama dan juga Keren dibidang budaya,” tutup Idrus.

Profil Sandiaga Uno Calon Gubernur DKI Jakarta

Masih ada setahun lebih atau bahkan dua tahun lagi menuju ajang Pemilihan Kepala Daerah di ibukota negara yang merupakan Pilkada serentak tahap kedua nantinya setelah tahap pertama digelar Desember 2015. Jakarta baru baru ikut di tahap kedua tersebut dan kini nama-nama calon gubernur sudah bermunculan di berita media dan juga pembicaraan sosial media.
Salah satu partai yang mungkin akan mengusung calon sendiri adalah Gerindra, partainya Pak Prabowo yang pernah jadi Capres namun kalah dari Pak Jokowi Presiden kita sekarang. Suara Gerindra di Jakarta memang lumayan besar dan itu adalah keuntungan tersendiri jika mencalonkan Cagub sendiri. Nama muda diusung untuk melawan calon patahana yaitu Pak Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta. Dan salah satu nama yang mencuat adalah kader Gerindra bernama Sandiaga Uno.
Bagi masyarakat yang kurang mengikuti pemberitaan pengusaha muda tersebut mungkin akan bertanya siapa sosok Sandiaga Uno? Sebagian sahabat KabarGue mungkin juga sudah mengetahui sepak terjang beliau di dunia bisnis yang cukup cemerlang. Agar anda bisa mengenal baik dengan sosok yang diisukan maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta 2017tersebut silahkan baca dulu biodata lengkap Sandiag Uno di bawah yang KabarGue kumpulkan dari beragam sumber terpercaya.
Nama lengkap : Sandiaga Salahudin Uno
Nama panggilan / sapaan akrab : Sandi Uno
Tempat dan tanggal lahir : Rumbai, 28 Juni 1969
Umur : 46 tahun
Pendidikan :
– Wichita State University, Amerika Serikat
– George Washington University
Pekerjaan : Pengusaha
Nama Istri: Nur Asia
Nama Anak: Amyra Atheefa Uno, Anneesha Atheera Uno

Jik ditelisik lebih dalam dari biografi Sandiaga Uno, ternyata nama ayah beliau hampir mirip dengannya yaitu Sandiaga Kosastra. Itu unik, tapi ada yang lebih menarik karena beliau memang dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses. Pak Sandi Uno adalah pendiri dari PT Saratoga Advisor sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keuangan.. Beliau juga pernah duduk dalam jajaran direksi di sejumlah perusahaan ternama seperti Interra Resources Limited, PT. Adaro Indonesia, PT. Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, PT. Indonesia Bulk Terminal, dan PT. iFORTE SOLUSI INFOTEK.
Banyak pihak yang menyambut positif kabar bahwa Sandiaga Uno maju sebagai salah satu nama Cagub di DKI Jakarta tapi banyak pula yang menyangkan karena kapasitasnya sebagai pengusaha yang terjun ke dunia politik. Beliau sering tampil di seminar-seminar entrepreneurship, dan mungkin tak banyak yang mengetahui kalau sebenarnya beliau juga punya darah Gorontalo.

Profil Bakal Calon Gubernur Jakarta : Siapakah Yang Akan Dipilih?

PILKADA.OR.ID - Hingar bingar pesta demokrasi di DKI Jakarta sudah semakin terasa, hadirnya nama-nama yang mempunyai keinginan untuk ikut ambil bagian dalam pesta demokrasi di DKI Jakarta semakin mencuat. Nama-nama beken yang sepertinya berpeluang untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 adalah 1. Tri Rismaharini, 2. Sandiaga S Uno, 3. Ridwan Kamil, 4. Basuki Tjahaya Purnama, 5. Djarot Saiful Hidayat, 6. Adhyaksa Dault, dan 7. Muhamad Idrus.

Ketujuh tokoh tersebut terlihat serius menuju DKI Jakarta 1. Berikut profil singkat nama-nama yang sering disebut akan bertarung di Pilkada DKI Jakarta:

Tri Rismaharini merupakan Wali Kota Surabaya wanita pertama, lahir di Kediri 20 November 1961. Perempuan yang biasa di sapa Risma ini mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Surabaya, dengan Jurusan Arsitektur lulus tahun 1987, untuk Gelar Magisternya Risma mengambil Manajemen Pembangunan Kota Surabaya ITS Surabaya lulus tahun 2002.

Kemudian Sandiaga S Uno, Pria kelahiran Rumbai Pekanbaru 28 Juni 1969 saan ini menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menggatikan Prabowo Subianto yang sebelumnya menjabat. Selain itu Sandiaga Uno juga menjabat sebagai Wakil Dewan Pembinan Parta Gerakan Indonesia Raya, pendidikannya ditempuh di luar negeri yaitu tahun 1990 Bachelor of Business Administration, The Wichita State University, Kansas, AS. Dan tahun1992 Master of Business Administration, The George Washington Univ Washington, AS.

Ridwan Kamil atau biasa di sapa Kang Emil ini lahir di Bandung 28 Juni 1971. Menempuh pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung Jurusan Teknik Arsitektur, S2 di Universitas of California Master of Urban Design. Saat ini Kang Emil masih menjabat sebagi Walikota Bandung, di dunia maya atau Sosial Media Kang Emil ini sangat aktif dalam merespon para pengikutnya baik di Twitter maupun di Facebook.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Pria yang dikenal keras ini dilahirkan di Manggar Bangka Belitung 29 Juni 1966, S1 nya di tempuh di Universitas Trisakti Jakarta tahun 1990 dengan mengambil jurusan Teknik Geologi, sedangkan Pascasarjanya ditempuh di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya Jakarta lulus tahun 1994 dengan jurusan Manajemen Keuangan. Saat ini ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta setelah Gubernur Sebelumnya yaitu Joko Widodo terpilih menjadi Presiden.Djarot Saiful Hidayat adalah politisi Partai Demokrasi Perjuangan ini dipilih oleh ahok sebagai patnernya untuk menyelesaikan tugas sebagai wakil gubernur, Pengalaman politik juga pernah menjabat Walikota Blitar 2 Periode yaitu 2000-2005 dan 2005-2010 dan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan tahun 2014. Djarot Saiful Hidayat dilahirkan di Gorontalo, 30 Oktober 1955. S1 nya diperoleh di Universitas Brawijaya Malang Fakultas Ilmu Administrasi 1986 sedangkan S2 nya mengambil konsentrasi Ilmu Politik di Universitas Gajah Mada tahun 1991

Selanjutnya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga di Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini dilahirkan di Donggola Sulawesi Tengah 7 Juni 1963. Saat ini Adhyaksa Dault Dipercaya untuk mengetuai Kwartir Nasional yang mengelola gerakan Pramuka di tingkat Nasional. Untuk pendidikannya S-1 Fakultas hukum Universitas Trisakti, S-2 FISIP Universitas Indonesia, dan S-3 Teknik kelautan Institut Pertanian Bogor.

Terakhir adalah Muhamad Idrus yang biasa dipanggil Bang Idrus ini merupakan pria yang lahir di Jakarta pada 28 Maret 1978 diantara yang lainnya Bang Idrus ini tergolong muda, 37 tahun/dibawah 40 tahun dan asli putra daerah dari Cilincing, Kalibaru DKI Jakarta. Bang Idrus mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia, Fakultas Teknik Metalurgi. Bang Idrus sendiri merupakan seorang pengusaha muda, beliau adalah pemilik perusahaan Kinan Group, Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Jakarta, Komisaris Independen Asuransi Mitra Maparaya Tbk, dan saat ini Idrus merupakan Ketua Umum APVA (Asosisasi Pedagang Valuta Asing) Indonesia.