Tampilkan postingan dengan label Pilkada Jakarta. Tampilkan semua postingan

Ahok: Semua Seriusnya Cuma untuk Kalahkan Ahok, Bukan Bangun Jakarta


Para penantang Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017
PILKADA.OR.ID - Satu per satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta mulai bermunculan. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ingin maju lewat jalur independen sebagai petahana melihat kurangnya keseriusan kandidat lain.


"Serius aku kira mereka ya serius kok. Cuma yang saya enggak lihat kalau mereka mau maju bangun Jakarta, sampaikan program-program," ujar Ahok sebelum mengikuti rapat terbatas tentang Light Rail Transit (LRT) di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2016).


Para kandidat yang sudah muncul antara lain adalah Sandiaga Uno, Yusril Ihza Mahendra, Ahmad Dhani, Adhyaksa Dault dan lain sebagainya. Mereka sudah menyatakan diri akan mencalonkan diri meski belum ada partai yang mendeklarasikan untuk mengusung.


"Ini seriusnya siapa pun harus kalahkan Ahok. Ini kan ada masalah jadinya. Kasihan orang Jakarta," ujar Ahok.


Meski demikian, sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh daerah yang berprestasi dan layak memimpin ibu kota. Hanya saja para tokoh ini masih belum diusulkan baik lewat partai atau pun independen.

http://news.detik.com/berita/3175013/ahok-semua-seriusnya-cuma-untuk-kalahkan-ahok-bukan-bangun-jakarta

Wiranto: Kalau Sudah Ada Bukti dan Bakti, Buat Apa Pilih yang Lain?

PILKADA.OR.ID - Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mengatakan dukungannya kepada bakal calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama merupakan suara yang dijaring dari bawah. Sehingga, ia menyebut dukungan kepada Ahok bukan datang hanya darinya maupun dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Cara memilih kami bukan top down. Kami jaring dari bawah, dari kota, lapor ke saya dan putuskan dukung Ahok sebagai calon gubernur (pada Pilkada DKI Jakarta 2017)," kata Wiranto, di Kantor DPP Hanura, Jakarta Pusat, Sabtu (26/3/2016). (Baca: Pernah Jadi Ketua Tim Angket DPRD, Kini Ongen Akan Mati-matian Bela Ahok)

Orientasi dukungan calon gubernur yang dilakukan Partai Hanura tidak asal-asalan. Wiranto menyebut, Jakarta berbeda dengan daerah lainnya.

Pemimpin ibu kota harus mampu membuat kotanya menjadi etalase ketertiban, keamanan, kenayaman, dan kebersihan. Sehingga, menurut dia, kepala daerah lain belum tentu bisa menyaingi calon petahana dalam menjalankan program di DKI Jakarta.

"Apa yang dilakukan Gubernur sekarang masuk kriteria itu. Kami anggap bukti, bakti, perbuatan, dan misinya baik membuat rakyat di Jakarta aman dan nyaman. Jadi untuk apa pilih (calon gubernur) yang lain," kata mantan Panglima ABRI tersebut.

"Kalau sudah ada bukti dan bakti, buat apa milih yang lain? Kita menentukan figur sudah terbukti melaksanakan bakti di Jakarta dan berhasil," kata Wiranto.

Partai Hanura sebelumnya resmi mendeklarasikan dukungannya untuk Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Partai Hanura memiliki 10 kursi di DPRD DKI Jakarta. (Baca: Partai Hanura Resmi Dukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017)

Sementara sebelumnya, Ahok telah mendapat dukungan dari Partai Nasdem yang memiliki 5 kursi di DPRD DKI Jakarta.

Jika dijumlahkan, total dukungan kepada Ahok di DPRD sudah mencapai 15 dari 106 kursi.

Di sisi lain, Ahok tetap akan maju melalui jalur independen bersama relawan pendukungnya "Teman Ahok".

Hadir di Deklarasi Dukungan, Ahok Dielu-elukan Kader Hanura

PILKADA.OR.ID - Setelah Partai Nasdem, Partai Hanura juga mendeklarasikan dukungannya untuk bakal calon petahanaBasuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.
Deklarasi itu akan disampaikan Hanura, Sabtu (26/3/2016). Ahoktiba di Kantor DPP Hanura sekitar pukul 14.05. Ahok langsung dielu-elukan oleh para kader Partai Hanura yang sudah memadati ruangan di lantai 5, Kantor DPP Hanura, Jakarta Pusat.
Tak sedikit anggota partai yang bersalaman dan meminta foto dengan Ahok. Mereka pun menyerukan yel-yel ketika Ahok masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Saudara? Siap. Hanura? Maju. Indonesia? Jaya. Ahok? Menang," seru ratusan anggota partai Hanura.
Selain Ahok, tampak Ketua Umum Hanura Wiranto dan Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Mohamad "Ongen" Sangaji. Adapun Partai Hanura memiliki 10 kursi di DPRD DKI Jakarta.
Sementara Partai Nasdem memiliki 5 kursi di DPRD DKI Jakarta. Jika dijumlahkan, total dukungan kepada Ahok di DPRD sudah mencapai 15 dari 106 kursi. Ahok sendiri tetap berencana maju melalui jalur independen bersama relawan pendukungnya, "TemanAhok".
Ahok berpasangan dengan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebagai calon wakil gubernur.

Hanura Dukung Ahok, Hasil Suvey 70 Persen Masyarakat Jakarta Puas Dengan Kinerja Ahok



PILKADA.OR.ID - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menghadiri deklarasi dukungan Partai Hanura di Pilkada 2017.

Ahok ditemani Ketua DPD Hanura Jakarta, Ongen Sangaji hadir pada pukul 14.00 WIB, Sabtu (26/3/2016) di DPP Hanura.

Ahok terlihat mengenakan kemeja kotak-kotak biru dengan celana hitam. Sedangkan Ongen mengenakan kemeja Hanura.

Sekitar 150 kader meneriakkan nama Ahok saat mantan Bupati Belitung Timur itu memasuki ruangan deklarasi. Mereka mengenakan kaos bertuliskan 'Hanura dan Ahok untuk Rakyat'.

"Ahok menang..Ahok menang," teriak mereka.

Sementara Wakil Ketua DPD DKI Jakarta Canter Sangaji menuturkan acara deklarasi juga akan diisi penyematan jaket dari Ketua Umum Hanura Wiranto kepada Ahok.

Ia beralasan pihaknya memberikan dukungan kepada Ahoksebab kinerjanya selama memimpin DKI Jakarta dilakukan secara profesional.

Selain itu elektabilitas berdasarkan hasil survei internalnya Ahoksudah tidak terbendung.

"Survei internal kami, 60 hingga 70 persen masyarakat puas kerjaAhok," imbuhnya.

Dalam deklarasi itu, Canter menyebutkan akan dihadiri seluruh Dewan Perwakilan Cabang yang berada di Jakarta, serta 44 Perwakilan Anak Cabang.

"Semuanya hadir dalam deklarasi nanti," ujarnya.

Live Ridwan Kamil tidak jadi mencalon Gubernur DKI, Ridwan Kamil : Saya tetap milik Bandung


Ridwan Kamil yang banyak didukung beberapa kalangan, tidak akan menantang Ahok di Pilgub DKI, setelah melakukan semacam konsultasi publik melalui akun Facebook-nya.
Pertanyaan Ridwan Kamil di akun Facebook-nya mengenai Pilgub DKI, ditanggapi 80 ribu orang.
"Saya harus mendengarkan aspirasi warga, saya juga melakukan survey internal, dan sudah diskusi dengan keluarga dan mentor utama saya, yaitu Ibu saya sendiri," kata Ridwan Kamil dlam jumpa pers sesudahnya.
Pernyataan sikap Ridwan Kamil disiarkan secara live streaming melalui akun Facebook-nya, Senin (29/2).
Ridwan Kamil banyak dijagokan sebagai satu-satunya calon yang bisa menggagalkan terpilihnya kembali Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, yang tak disukai oleh beberapa kalangan garis keras serta para politikus di DPRD DKI Jakarta.
Ridwan Kamil mengungkapkan keputusan itu, karena sejumlah partai politik harus mengumumkan siapa kandidat yang diusungnya pada April 2016 mendatang. Ridwan Kamil menyatakan masih banyak warga yang menginginkan dirinya memimpin Bandung.
"Pertimbangan terbesarnya hanya satu, tugas saya belum selesai di periode pertama, mungkin nanti setelah selesai, kemanapun takdir membawa, selama karyanya ada. Jadi bekal saya untuk berkiprah di lembaga-lembaga selanjutnya. Bisa ke Jakarta, mungkin juga ke Jawa Barat. Tidak masalah juga melanjutkan jilid dua, menjadi jadi Walikota Bandung, atau memenuhi aspirasi keluarga saya, yang menginginkan saya menjadi arsitek kembali," ungkap Ridwan.
Ia juga mengungkapkan, sempat berbicara dengan Presiden Joko Widodo, sebelum mengambil keputusan itu.
Masa jabatan Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung, akan berakhir pada 2018 mendatang. Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, dikenal sebagai Walikota yang sering berinteraksi dengan warganya melalui media sosial. Emil, memiliki 1.2 juta follower di Twitter, dan 2.6 juta follower di Instagram.
Ridwan Kamil menegaskan pula, bahwa suatu hari, "saya akan maju ke Jakarta, tapi tidak sekarang."
Muncul spekulasi, apakah 'akan maju ke jakarta' yang dimaksudnya adalah kelak akan mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta, atau malah untuk pemilihan presiden.

Inilah Adhyaksa Dault Yang Didaulat Calon Gubernur DKI, Didukung Ulama Hingga Pengusaha Gobel

  

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault berambisi menjadi calon Gubernur DKI Jakarta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2017.

SANDIAGA UNO CALON GUBERNUR JAKARTA


Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra menyatakan kesiapannya untuk menjadi calon gubernur DKI 2017 nanti. Dia ingin ada perbaikan di Jakarta.


"Saya rasa sebagai tokoh muda yang ingin ada perbaikan, semuanya harus siap," kata Sandiaga di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2015).



Sandiaga berbicara usai menghadiri diskusi yang diadakan Fraksi PKS, sebagai narasumber, soal melemahnya nilai tukar rupiah. Meski begitu, kehadiran dia di acara PKS bukanlah untuk mencari dukungan.



"Nggak. Saya diundang soal diskusi perlambatan ekonomi. Saat ini para pengambil kebijakan harus duduk bersama," kata pengusaha ini.



Saat ini, baik partainya sendiri yakni Gerindra maupun PKS belum menentukan pilihan soal calon gubernur DKI 2017. Namun sebelumnya Presiden PKS Sohibul Iman pernah menyampaikan bahwa pihaknya sedang memindai (scanning) tokoh muda potensial untuk menjadi calon gubernur DKI 2017.



"Belum disampaikan (oleh PKS)," kata Sandiaga.



Sandiaga mengaku masih baru di dunia politik. Namun dia melihat Jakarta perlu dibenahi, karena Jakarta masih tertinggal dibanding kota metropolis lainnya. Wacana kandidat calon gubernur yang berkembang dewasa ini disebutnya sebagai hal yang baik.



"Semakin banyak yang digadang-gadang maka semakin bagus. Ini akan membawa dampak kebijakan di DKI di masa depan," kata dia. 

Sosok Biografi Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama yang mampu membawa Perubahan

  

Profil, Biografi dan Sepak Terjang Basuki Djahaja Purnama AHOK, Biografi Ahok, Profil Ahok, Sepak Terjang Basuka Thahaja Purnama, Ahok Mengundurkan diri dari partai gerindra, Basuki Djahaja Purnama (AHOK) mengundurkan diri dari partai gerindra, Gubernur DKI Jakarta AHOK mengundurkan diri dari parta gerindra, alasan Ahok Mengundurkan diri dari Partai Gerindra, Penyebab AHOK mengundurkan diri dari Partai Gerindra, Ini alasan AHOK Mengundurkan diri dari Partai Gerindra, Ahok Mengundurkan Diri dari Partai Gerindra, Alasan Ahok Mengundurkan Diri, Wawancara dengan Ahok tentang Pengunduran Diri dari partai Gerindra, Partai Gerindra kehilangan Ahok, Basuki Djahaya Purnama Mengundurkan Diri dari Partai Gerindra, Gubernur DKI Jakarta Ahok Mengundurkan diri dari partai Gerindra.

Balon Gubernur Jakarta, Ahmad Dhani Beberkan Program Unggulannya

Ahmad Dhani menjelaskan sejumlah program unggulannya. Mulai dari mengurai kemacetan hingga menjamin kehidupan bagi para seniman tua

hmad Dhani](2451507 "") menunjukan keseriusaannya melaju sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Bahkan berebagai program visi misi dan program unggulan telah ia siapkan jika menjadi orang nomor satu di Ibukota Indonesia. Salah satunya, mengurai kemacetan.



"Dalam seminggu, tidak akan ada sopir Metromini, angkot, yang ngetem di mana-mana atau ugal-ugalan. Untuk Busway, nanti apakah ditaruh di bawah atau gimanalah. Program fly over di seluruh Jakarta dalam 10 tahun," kata Ahmad Dhani di kediamannya, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2016).

Selain itu, Dhani juga mencanangkan program peningkatan mutu pendidikan dan memaksimalkan bidang usaha kecil menengah. Sebagai musisi, dia juga akan meningkatkan idustri kreatif musik, termasuk menjamin kehidupan bagi para seniman tua.
"Akan membangun 1 juta perpustakaan di Jakarta. Meningkatkan kredit untuk UKM 100 persen. Minimal setahun 4 kali konser jazz international. Tiketnya bisa lebih murah. Mungkin setahun yang lain murah. Tidak ada artis tua telantar di Jakarta," urainya.

Dikatakan Dhani, ada beberapa hal yang belum dilakukan Jokowi dan Ahok saat menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta. Yakni membangun Jiwa. Dhani berani mengklaim, hanya dirinya bakal calon yang berupaya membangun jiwa dan raga masyarakat Jakarta.
"Pak Ahok sama Pak Jokowi masih berkutat dalam ruang lingkup membangun raga, belum sampai membangun jiwa. Keberadaan saya di sini mungkin satu-satunya calon yang bisa bangun jiwa, yaitu seni budaya dan agama. Yakin bisa," pungkas Ahmad Dhani. 

Kalau Menang Pilkada DKI, Ahmad Dhani Gaji Ketua RT/RW Rp 10 Juta per Bulan


Bakal calon gubernur, Ahmad Dhani, akan menggaji ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) jika menang dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti. 


"Untuk RT dan RW, kita mau coba, asumsinya setiap Ketua RT dan RW digaji Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per bulan," kata Dhani di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (6/3/2016). 


Program tersebut untuk memacu kinerja para ketua RT dan RW di Jakarta. 



Nantinya, mereka harus melaporkan kegiatan dan kondisi lingkungan setiap bulannya. 



Musisi Indonesia tersebut mencontohkan, jika ada warga di lingkungan yang mencurigakan, maka harus dilaporkan. 



Ketua RT/RW harus responsif terhadap lingkungannya. 



"Kalau saya gambarkan gubernur itu presiden, RT RW itu walikota. Supaya bekerja dengan profesional, karena gajinya profesional," tambah Dhani. 



Bagi Dhani, nominal untuk menggaji RT/RW DKI Jakarta per bulan tidaklah besar. 



Ia meyakini Pemprov DKI Jakarta memiliki anggaran. 



"Saya yakin bahwa RT dan RW kalau digaji Rp 5 juta per bulan bisadisanggupin, meskipun bukan saya gubernurnya," ujarnya. 



Nama Ahmad Dhani telah masuk daftar bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra. 



Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga berniat akan mengusungnya.



Dhani sendiri pun telah menyatakan niatnya untuk maju dan berkompetisi.

Resmi Gandeng Heru Budi Hartono Di Pilkada 2017, Ini Ucapan Ahok Yang Bikin Merinding


Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) akan maju lewat jalur independen di Pilgub DKI 2017 mendatang. Teman Ahok pun mulai mengumpulkan dukungan untuk cawagub yang disiapkan, Heru Budi Hartono.
Ahok bercerita bahwa tadi malam Teman Ahok berbincang di rumahnya. Obrolan itu berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Ahok awalnya tetap ingin bergandengam dengan Djarot Saiful Hidayat yang kini menjadi Wakil Gubernur. Tetapi Teman Ahok tak berkenan karena Djarot tidak bisa lepas dari PDIP.
Ahok pun kemudian memilih Kepala BPKAD Heru Budi Hartono. Tetapi itu pun berisiko untuk Heru karena harus berhenti dari PNS bila ingin didaftarkan sebagai cawagub.
“Kalau bicara semangat kalian supaya kepercayaan kalian enggak runtuh ke politisi supaya bisa isi, silakan masukin nama Heru. Jadi mulai hari ini mereka kumpulkan tanda tangan, saya dengan Heru. Mulai hari ini,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (7/3/2016).
Dia lalu menyatakan bahwa sebetulnya PDIP sudah pasti akan mengusung dirinya dengan Djarot. Tetapi Ahok tak ingin kepercayaan relawan hilang jika loncat ke parpol.
“Saya juga enggak mau anak-anak muda ini kecewa. Saya sudah sampaikan kalau dukung begitu semangat saya independen. Kalian harus tahu saya berkorban ini,” ungkap Ahok.
Ahok: Kalau Dukungan Kurang Lalu Partai Marah, Saya Selesai Oktober 2017
Gubernur DKI Basuki Tjajaja Purnama (Ahok) bersiap maju Pilgub DKI lewat jalur independen duet dengan Heru Budi Hartono. Hari ini Teman Ahok — komunitas pendukung Ahok — mulai mengumpulkan tanda tangan dukungan untuk Ahok-Heru.
Sebenarnya jumlah KTP dukungan untuk Ahok maju lewat jalur independen sudah melebihi ambang batas 532.000 KTP yang disyaratkan KPU. Ahok sendiri saat ini sudah mengumpulkan lebih dari 800.000 KTP dukungan.
Namun dukungan yang harus diserahkan ke KPU DKI itu haruslah sudah satu paket, bakal calon gubernur lengkap dengan bakal calon wakil gubernurnya.
“Penyerahan dukungan harus sudah dalam bentuk berpasangan,” kata Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Sumarno, kepada detikcom, Senin (7/3/2016).
Nah, Teman Ahok saat ini mulai mengumpulkan tanda tangan dukungan untuk cawagub pendamping Ahok itu. Yang sudah disepakati oleh Ahok dan Teman Ahok adalah Heru Budi Hartono.
Setengah mengingatkan, Ahok menuturkan, jika dukungan Ahok-Heru tak terkumpul pada waktu pendaftaran calon independen pada Agustus 2016 mendatang maka bisa-bisa dirinya tak maju Pilgub DKI.
“Ya sudah ini risiko, bisa-bisa kalian (Teman Ahok) kalau tak terkumpul lalu partai marah tak calonkan saya berarti saya enggak bisa nyalon lagi. Saya akan selesai Oktober 2017,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (7/3/2016).

Pilgub DKI, Pengamat: Jangan Terjebak Politik Infotainment


Para calon Gubernur DKI Jakarta harus menyentuh warga dan memaparkan program tambahan yang lebih baik daripada yang dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. "Jangan sampai para calon terjebak dalam politik infotainment," kata Yunarto Wijaya, pengamat politik, pada Sabtu, 5 Maret 2016.


Yunarto menilai komentar-komentar yang dikeluarkan calon Gubernur DKI selama ini cenderung menyudutkan Ahok. Dia melihat ada pergerakan yang dilakukan para calon seakan-akan sedang membangun gerakan anti-Ahok. Padahal, ucap dia, untuk menarik perhatian masyarakat, seharusnya mereka memaparkan program rinci dan menunjukkan bukti konkret. 



Beberapa orang sudah mendeklarasikan diri sebagai calon Gubernur DKI dalam pemilihan kepala daerah pada Februari 2017. Mereka antara lain mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, mantan Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, pengusaha Sandiaga Uno, dan tokoh Betawi, Biem Benyamin. 



Menurut Yunarto, saat ini sangat sulit mengalahkan elektabilitas Ahok, karena masyarakat sudah mengetahui hasil kerja Ahok. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan pilkada 2012, saat warga Jakarta cenderung memilih kepala daerah berdasarkan hasil kerjanya.



Yunarto mengaku tak heran bila elektabilitas Ahok masih di atas calon lain. Menurut dia, secara kuantitas, kepuasan terhadap Ahok di atas 60 persen. Jadi ia menilai Ahok masih merupakan calon yang sulit dibendung.



Para calon yang ada saat ini kebanyakan belum memiliki bukti konkret. "Yusril memang memiliki kemampuan di bidang hukum dan Sandiaga Uno di bisnis, tapi belum punya modal yang cukup," tutur Yunarto.

PDIP Tolak Diatur Ahok Soal Penentuan Pasangan di Pilkada


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak mau diatur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam menentukan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2017. 


Ketua DPP PDIP Andreas Pereira menjelaskan partainya memiliki mekanisme bila akan mengusung seseorang menjadi kandidat dalam pilkada. Tiap calon yang dipilih PDIP harus mengikuti proses penjaringan dan penyaringan partai. 



"Kalau Ahok mau diusung, ikuti aturan mainnya. Tidak bisa kandidat atur-atur partai," ujar Andreas dalam diskusi 'Menteri Bertikai, apa Langkah Presiden Jokowi, di Menteng, Jakarta, Sabtu, 5 Maret 2016.



Pernyataan Andreas disampaikan terkait dengan permintaan Ahok ke PDIP agar mengizinkan Djarot Saiful Hidayat menjadi calon Wakil Gubernur mendampinginya dalam Pilkada 2017. Djarot, mantan Bupati Blitar adalah kader PDIP. 



"Minggu depan. Kami tunggu sampai minggu depan. Karena kami mesti mengisi nama (cawagub)," kata Ahok kepada pers, Jumat lalu. Dia memberi tenggat waktu ke PDIP hingga pekan depan agar mengizinkan Djarot jadi wakilnya dalam pemilihan Gubernur Jakarta (pilgub), Februari 2017. 



Jika Djarot tidak mendapat izin dari PDIP, Ahok akan menggandeng Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebagai wakilnya. 



Menurut Andreas, Ahok harus memilih antara mencalonkan lewat jalur independen atau diusung PDIP.  "Pilkada ini, Ahok kan punya kartu masuk (lewat dukungan KTP), PDIP juga punya (dapat mengusung calon sendiri), Ahok tinggal pilih mau lewat mana, tidak bisa dua-duanya," katanya. 



Bila Ahok memilih lewat jalur independen, Andreas tidak mempermasalahkannya. Ia mengklaim PDIP memiliki banyak kader yang siap bertarung di Pilgub DKI 2019, salah satunya Djarot yang kini menjadi Wakil Gubernur Jakarta.

Ini Profil Bakal Cagub DKI yang akan Gandeng Artis Inneke Koesherawati



Salah satu kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Idrus punya visi besar membangun Jakarta dengan slogan “Jakarta Keren”.

Poster yang beberapa hari ini tersebar melalui media online dan media sosial ini pun heboh dikarenakan menggandeng artisInneke Koesherawati yang kini dilihat sudah memiliki perubahan positif.

Sebenarnya siapa tokoh muda yang kini digadangi menjadi kandidat kuat dari PKS ini?

Idrus menilai setiap pemimpin ada masanya.

"Soal gubernur yang menjabat hari ini saya nggak bisa bicara karena masing-masing manusia punya masanya dan bisa melakukan hal terbaik," kata Idrus di Jakarta (30/12/2015).

Namun Idrus punya sejumlah catatan mengenai kepemimpinan Ahok.

"Jakarta jangan dibandingkan dengan Singapura. Bagaimanapun Singapura sebuah negara punya ciri sendiri dan Jakarta pun kita menginginkan sebuah Jakarta yang punya corak sendiri, upaya sendiri, model sendiri, nah ini harus kita bangun bersama," kata Idrus.

"Artinya sebuah keputusan arah kebijakan bukan top down, harusnya ada dari dua sisi, apa yang kita lihat di masyarakat problemnya apa tentunya kita menjadi problem solver. Ini tantangan kita semua," lanjutnya.

Idrus mengaku teman-temannya yang 'menjodohkan' dirinya dengan artis cantik itu. Sampai kini belum ada komunikasi antara dirinya dengan Inneke, namun paling tidak dia sudah meminta maaf kepada 'pasangannya' itu atas pemasangan foto pasangan cagub DKI yang marak beredar di dunia maya.

"Saya mohon maaf kepada Mbak Inneke, saya sudah mendahului padahal belum meminta. Saya sepenuhnya sadar bahwa Mbak Inneke memang seorang tokoh populer, namun saya yakin masyarakat mengenal Mbak Inneke bukan hanya sekadar populer karena keartisannya, tetapi juga sebagai simbol perubahan yang positif," kata CEO sejumlah perusahaan ini.

Berikut profil Muhamad Idrus yang kini terlihat menduduki berbagai jabatan organisasi penting dan perusahaan besar miliknya.

Muhammad Idrus adalah pemuda kelahiran Betawi, 28 Maret 1978. Idrus tinggal di Kalibaru Barat, Cilincing. Idrus menamatkan Sekolah Dasar di SDNi 07 di Kalibaru. Setamat SD, Idrus melanjutkan ke SMP Negeri 53 Jakarta dan selanjutnya SMA Negeri 13 Jakarta. Saat kuliah, Idrus memilih Fakultas Teknik Metalurgi, Universitas Indonesia, lulus tahun 2001.

Berdasarkan pengalaman bisnis yang naik turun, Idrus mendirikan perusahaan Kinan Group yang bergerak di bidang pertukaran valuta asing, manufaktur serta pengembang perumahan dan pemukiman asri. Idrus juga menjabat sebagai Komisaris Independen Asuransi Mitra Maparaya Tbk, CEO Inilah.com, dan petinggi beberapa perusahaan lainnya, dan kini memiliki Rumah Sakit Ibnu Sina di Jakarta.

Idrus sangat peduli dengan kesejahteraan kaum pekerja, antara lain, mereka yang berdagang valuta asing (money changer). “Baik mereka yang bekerja di gerai resmi atau pinggir jalan, asal mereka jujur, itu bagian dari mencari rezeki halal,” papar Idrus. “Dalam konteks ekonomi makro, peredaran valuta asing ini yang turut menentukan stabilitas moneter nasional, karena APBN kita ditopang cadangan devisa negara.”

Berkat fokusnya pada pedagang valuta asing, Dia pun didaulat jadi Ketum APVA Indonesia untuk periode 2012-2015. Di organisasi, Idrus pernah menjabat Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Jawa Barat dan Ketua Departemen Infrastruktur Laut dan Sungai di BPP HIPMI. Saat ini diamanahi sebagai Ketua Kompartemen Modal dan Investasi BPP HIPMI.

Bermodal pengalamannya itu dia kemudian maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nomor urut 4 untuk daerah pemilihan DKI Jakarta 3 (Jakarta Barat dan Utara) pada tahun 2014 yang lalu. Namun upayanya gagal. Kini dia pun berjuang untuk mengabdikan diri kepada masyarakat DKI Jakarta.

Meski Ia sadar merupakan orang kampung, Idrus memiliki mimpi DKI Jakarta keren dalam beberapa bidang penting.

“Saya memang orang kampung Cilincing, tapi saya punya mimpi untuk mewujudkan Jakarta Keren yang dimana Keren dibidang penataan kota, Keren dibidang transportasi, Keren dibidang pendidikan, Keren di bidang kesehatan, Keren dibidang ekonomi, Keren di bidang agama dan juga Keren dibidang budaya,” tutup Idrus.

Profil Sandiaga Uno Calon Gubernur DKI Jakarta

Masih ada setahun lebih atau bahkan dua tahun lagi menuju ajang Pemilihan Kepala Daerah di ibukota negara yang merupakan Pilkada serentak tahap kedua nantinya setelah tahap pertama digelar Desember 2015. Jakarta baru baru ikut di tahap kedua tersebut dan kini nama-nama calon gubernur sudah bermunculan di berita media dan juga pembicaraan sosial media.
Salah satu partai yang mungkin akan mengusung calon sendiri adalah Gerindra, partainya Pak Prabowo yang pernah jadi Capres namun kalah dari Pak Jokowi Presiden kita sekarang. Suara Gerindra di Jakarta memang lumayan besar dan itu adalah keuntungan tersendiri jika mencalonkan Cagub sendiri. Nama muda diusung untuk melawan calon patahana yaitu Pak Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta. Dan salah satu nama yang mencuat adalah kader Gerindra bernama Sandiaga Uno.
Bagi masyarakat yang kurang mengikuti pemberitaan pengusaha muda tersebut mungkin akan bertanya siapa sosok Sandiaga Uno? Sebagian sahabat KabarGue mungkin juga sudah mengetahui sepak terjang beliau di dunia bisnis yang cukup cemerlang. Agar anda bisa mengenal baik dengan sosok yang diisukan maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta 2017tersebut silahkan baca dulu biodata lengkap Sandiag Uno di bawah yang KabarGue kumpulkan dari beragam sumber terpercaya.
Nama lengkap : Sandiaga Salahudin Uno
Nama panggilan / sapaan akrab : Sandi Uno
Tempat dan tanggal lahir : Rumbai, 28 Juni 1969
Umur : 46 tahun
Pendidikan :
– Wichita State University, Amerika Serikat
– George Washington University
Pekerjaan : Pengusaha
Nama Istri: Nur Asia
Nama Anak: Amyra Atheefa Uno, Anneesha Atheera Uno

Jik ditelisik lebih dalam dari biografi Sandiaga Uno, ternyata nama ayah beliau hampir mirip dengannya yaitu Sandiaga Kosastra. Itu unik, tapi ada yang lebih menarik karena beliau memang dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses. Pak Sandi Uno adalah pendiri dari PT Saratoga Advisor sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keuangan.. Beliau juga pernah duduk dalam jajaran direksi di sejumlah perusahaan ternama seperti Interra Resources Limited, PT. Adaro Indonesia, PT. Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, PT. Indonesia Bulk Terminal, dan PT. iFORTE SOLUSI INFOTEK.
Banyak pihak yang menyambut positif kabar bahwa Sandiaga Uno maju sebagai salah satu nama Cagub di DKI Jakarta tapi banyak pula yang menyangkan karena kapasitasnya sebagai pengusaha yang terjun ke dunia politik. Beliau sering tampil di seminar-seminar entrepreneurship, dan mungkin tak banyak yang mengetahui kalau sebenarnya beliau juga punya darah Gorontalo.

Profil Bakal Calon Gubernur Jakarta : Siapakah Yang Akan Dipilih?

PILKADA.OR.ID - Hingar bingar pesta demokrasi di DKI Jakarta sudah semakin terasa, hadirnya nama-nama yang mempunyai keinginan untuk ikut ambil bagian dalam pesta demokrasi di DKI Jakarta semakin mencuat. Nama-nama beken yang sepertinya berpeluang untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 adalah 1. Tri Rismaharini, 2. Sandiaga S Uno, 3. Ridwan Kamil, 4. Basuki Tjahaya Purnama, 5. Djarot Saiful Hidayat, 6. Adhyaksa Dault, dan 7. Muhamad Idrus.

Ketujuh tokoh tersebut terlihat serius menuju DKI Jakarta 1. Berikut profil singkat nama-nama yang sering disebut akan bertarung di Pilkada DKI Jakarta:

Tri Rismaharini merupakan Wali Kota Surabaya wanita pertama, lahir di Kediri 20 November 1961. Perempuan yang biasa di sapa Risma ini mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Surabaya, dengan Jurusan Arsitektur lulus tahun 1987, untuk Gelar Magisternya Risma mengambil Manajemen Pembangunan Kota Surabaya ITS Surabaya lulus tahun 2002.

Kemudian Sandiaga S Uno, Pria kelahiran Rumbai Pekanbaru 28 Juni 1969 saan ini menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menggatikan Prabowo Subianto yang sebelumnya menjabat. Selain itu Sandiaga Uno juga menjabat sebagai Wakil Dewan Pembinan Parta Gerakan Indonesia Raya, pendidikannya ditempuh di luar negeri yaitu tahun 1990 Bachelor of Business Administration, The Wichita State University, Kansas, AS. Dan tahun1992 Master of Business Administration, The George Washington Univ Washington, AS.

Ridwan Kamil atau biasa di sapa Kang Emil ini lahir di Bandung 28 Juni 1971. Menempuh pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung Jurusan Teknik Arsitektur, S2 di Universitas of California Master of Urban Design. Saat ini Kang Emil masih menjabat sebagi Walikota Bandung, di dunia maya atau Sosial Media Kang Emil ini sangat aktif dalam merespon para pengikutnya baik di Twitter maupun di Facebook.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Pria yang dikenal keras ini dilahirkan di Manggar Bangka Belitung 29 Juni 1966, S1 nya di tempuh di Universitas Trisakti Jakarta tahun 1990 dengan mengambil jurusan Teknik Geologi, sedangkan Pascasarjanya ditempuh di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya Jakarta lulus tahun 1994 dengan jurusan Manajemen Keuangan. Saat ini ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta setelah Gubernur Sebelumnya yaitu Joko Widodo terpilih menjadi Presiden.Djarot Saiful Hidayat adalah politisi Partai Demokrasi Perjuangan ini dipilih oleh ahok sebagai patnernya untuk menyelesaikan tugas sebagai wakil gubernur, Pengalaman politik juga pernah menjabat Walikota Blitar 2 Periode yaitu 2000-2005 dan 2005-2010 dan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan tahun 2014. Djarot Saiful Hidayat dilahirkan di Gorontalo, 30 Oktober 1955. S1 nya diperoleh di Universitas Brawijaya Malang Fakultas Ilmu Administrasi 1986 sedangkan S2 nya mengambil konsentrasi Ilmu Politik di Universitas Gajah Mada tahun 1991

Selanjutnya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga di Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini dilahirkan di Donggola Sulawesi Tengah 7 Juni 1963. Saat ini Adhyaksa Dault Dipercaya untuk mengetuai Kwartir Nasional yang mengelola gerakan Pramuka di tingkat Nasional. Untuk pendidikannya S-1 Fakultas hukum Universitas Trisakti, S-2 FISIP Universitas Indonesia, dan S-3 Teknik kelautan Institut Pertanian Bogor.

Terakhir adalah Muhamad Idrus yang biasa dipanggil Bang Idrus ini merupakan pria yang lahir di Jakarta pada 28 Maret 1978 diantara yang lainnya Bang Idrus ini tergolong muda, 37 tahun/dibawah 40 tahun dan asli putra daerah dari Cilincing, Kalibaru DKI Jakarta. Bang Idrus mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia, Fakultas Teknik Metalurgi. Bang Idrus sendiri merupakan seorang pengusaha muda, beliau adalah pemilik perusahaan Kinan Group, Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Jakarta, Komisaris Independen Asuransi Mitra Maparaya Tbk, dan saat ini Idrus merupakan Ketua Umum APVA (Asosisasi Pedagang Valuta Asing) Indonesia.